Pengabdian Masyarakat, Small Things For The Future 2022

  • uai

Mahasiswa/i Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris Angkatan 2020 & 2021

Seiring dengan melesatnya perkembangan zaman pada era globalisasi, kebutuhan berkomunikasi secara global pun semakin luas. Oleh karena itu, dibutuhkannya bahasa Inggris sebagai bentuk penghubung internasional dalam berkomunikasi. Bahasa Inggris menjadi bahasa internasional dikarenakan ratusan tahun yang lalu, kerajaan Inggris merupakan kerajaan yang paling berkuasa. Pada saat itu, bahasa Inggris masih belum banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari, tapi bahasa tersebut digunakan saat melakukan perdagangan. Bahkan, kalangan elit di negara-negara tersebut juga sudah menggunakan bahasa Inggris. Tak hanya itu, untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan peningkatan kemampuan lainnya juga seseorang diharuskan mampu berbahasa Inggris. Secara singkat, itulah sejarah awal mengapa bahasa Inggris bisa dikenal secara luas di dunia dan menjadi bahasa internasional.

Di Indonesia sendiri, pembelajaran bahasa Inggris dimulai sejak bangku Sekolah Dasar pada pertengahan tahun 1994. Hal ini berlandaskan pada SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 060/U/1993 tanggal 25 Februari 1993 tentang program bahasa Inggris sebagai mata pelajaran muatan lokal SD, dan dapat dimulai pada kelas 4 SD. Akan tetapi, tidak semua sekolah memiliki fasilitas dan tenaga pengajar yang mumpuni merupakan salah satu dari beberapa alasan terhambatnya pembelajaran bahasa Inggris di SD.

Hal tersebut membuat mahasiswa/i Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris angkatan 2020 dan 2021 memiliki kesadaran yang tinggi untuk membuat program kerja Pengabdian Masyarakat. Faktor utama yang mendukung dibalik alasan mahasiswa/i ingin melakukan pengabdian kepada masyarakat ini adalah kesadaran bahwa sejatinya mahasiswa merupakan entitas di kalangan masyarakat yang menyandang predikat sebagai insan dengan tingkat pendidikan paling tinggi. Telah lama muncul anggapan di masyarakat bahwa mahasiswa adalah insan yang paling cerdas di lingkungan tempat tinggal mereka. Selain itu, program kerja ini juga memiliki beberapa tujuan lainnya yakni untuk lebih merekatkan hubungan mahasiswa kepada masyarakat, untuk menumbuhkan kembali penghormatan mahasiswa kepada masyarakat, serta untuk meraih kembali kepercayaan mahasiswa kepada masyarakat.

Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan pada Kamis, 13 Januari 2022 di SDN Karya Mulya V adalah kegiatan luring pertama dibawah naungan EDITION 2020/2021 sebagai Keluarga Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris setelah dua tahun berada di tengah pandemi COVID-19. Dengan mengusung tema “SIGHT” atau Small Things For The Future, harapannya adalah agar sedikit ilmu yang diberikan pada hari itu dapat bermanfaat serta berguna untuk masa depan adik-adik di SDN Karya Mulya V. Bentuk kegiatan Pengabdian Masyarakat ini secara rinci adalah mengajarkan materi dasar dalam bahasa Inggris seperti mengenal abjad, angka, dan warna untuk kelas 1 sampai 3 SD. Lalu, untuk kelas 4 sampai 6 SD ditambahkan dengan mengajarkan cara memperkenalkan diri dan dasar percakapan dalam bahasa Inggris. Selain itu, kegiatan yang dilakukan oleh dua angkatan ini juga memiliki tujuan untuk menjadi jembatan penghubung silaturahmi dan mengeratkan tali kekeluargaan antar mahasiswa/i aktif angkatan 2020 dan 2021 Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris.





The post Pengabdian Masyarakat, Small Things For The Future 2022 appeared first on Universitas Al Azhar Indonesia.