Belajar dari Sosok Buya Hamka dalam Islam dan Pancasila

  • uai

Pusat Kajian Penerapan Etika dan Nilai Keislaman (PKPENK) Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) bekerja sama dengan Hamka Center Yayasan Pesantren Islam Al Azhar (YPIA) dan Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (DKA) UAI menyelenggarakan Webinar Kebangsaan dengan bertemakan “HAMKA, Islam, dan Pancasila”.

Acara webinar ini dihadiri oleh Pengurus Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar, Rektor UAI beserta jajaran wakil rektor, para Rektor Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Anggota Konsorsium, para dosen dan tenaga kependidikan, hingga perwakilan dari Keluarga Besar Buya Hamka, yakni cucu Buya Hamka, Ibu Upi dan Ibu Irma, serta menantu dari Buya Hamka, Prof. Dr. Sofyan Saad. Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat juga hadir untuk menjadi pembicara utama.

Rangkaian webinar yang digelar pada Selasa (15/03) dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sekaligus doa yang dilantunkan oleh mahasiswa program studi Bahasa dan Kebudayaan Arab UAI, David Setiadi.

Hadir dengan memberikan opening remark, Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc. selaku rektor UAI menyampaikan harapannya bahwa melalui acara webinar ini dapat memberikan inspirasi sehingga negara Indonesia menjadi negara yang berbasiskan islam secara kultur dan dapat menjadi role model rahmatan lil alamin.

Sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UAI yang meneliti dalam tesisnya berjudul “Islam dan Negara: Studi Pemikiran Politik Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) Tentang Demokarasi dan Dasar Negara Pancasila”, Dr. Heri Herdiawanto, S.Pd., M.Si., turut memimpin jalannya webinar sebagai moderator.

Mengawali pemaparan materi mengenai Hamka, Islam, dan Pancasila, Prof. Komaruddin menuturkan bahwa karakter sebuah bangsa dibentuk oleh kolektif memori yang kuat.

“Dalam sejarah islam, umat islam kuat sekali akan bangunan memori tradisi keislamannya. Sangat kokoh dan kaya, bahkan dalam budaya peradaban juga bangunan memori yang baru dan kreatif” paparnya.

Prof. Komaruddin juga mengajak partisipan untuk ikut membangun negara dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, hingga menghidupkan budaya kritis yang baik dengan perbaikan. Sangat terinspirasi dengan sosok Buya Hamka, Prof. Komaruddin juga menceritakan bagaimana sosok Buya Hamka merupakan tauladan dalam membangun negeri.

“Saya terinspirasi betul oleh Buya Hamka, tauhidnya beliau kuat sekali, kemudian beliau terpanggil dalam bangun negara, membina masyarakat, dan semua itu berangkat dari kesadaran tauhid yang sangat tinggi sekali” ujarnya.

Kemudian acara berlanjut dengan dibukanya sesi tanya jawab dengan Prof. Komaruddin selaku narasumber dalam acara webinar. Tidak lupa pemberian closing remark oleh Dr. Yusuf Hidayat, S.Ag., M.H., selaku Ketua Hamka Center YPI Al Azhar dan dilanjut oleh Drs. Murni Djamal, M.A., selaku Kepala PKPENK UAI.

Semoga dengan diadakannya webinar kebangsaan ini dapat menumbuhkan nilai-nilai pancasila dan keislaman bagi generasi penerus bangsa dalam membangun negeri tercinta.



The post Belajar dari Sosok Buya Hamka dalam Islam dan Pancasila appeared first on Universitas Al Azhar Indonesia.