PEMBOBOLAN DANA NASABAH

PEMBOBOLAN DANA NASABAH

Oleh : Rama Muhammad Reza

Pendahuluan

Banyaknya tindak pidana ekonomi yang terjadi dalam ruang lingkup perbankan pada akhirnya akan mengganggu keseimbangan hubungan antara bank dengan nasabah. Di satu sisi bank akan kehilangan kepercayaan dari nasabahnya, di lain sisi masyarakat kehilangan rasa aman atas lembaga perbankan.

Salah satu produk jasa yang memegang peranan penting dalam masyarakat adalah jasa pelayanan keuangan dalam hal ini berbentuk perbankan. Tersedianya jasa pengelola keuangan baik dalam bentuk layanan penyimpanan, investasi, maupun pemberi kredit tentu memberi kemudahan bagi masyarakat.

Sebagai perusahaan penyedia jasa, lembaga perbankan kemudian membentuk hubungan hukum dengan nasabahnya. Di mana bank menjual produk jasa dan masyarakat menggunakannya sebagai bentuk konsumsi atas produk tersebut. Hubungan ini yang kemudian diatur oleh hukum untuk melindungi kepentingan kedua belah pihak. Baik untuk menjamin terpenuhinya hak dan kewajiban bank dan nasabah, hingga mengatur perjanjian yang timbul antar keduanya.

Aktivitas bank yang bergerak di sektor ekonomi, yang dalam hal ini sesuai dengan fungsinya sebagai lembaga penyimpan dana, tentulah bersentuhan dengan masyarakat luas. Oleh karena itu bank harus memiiki modal utama berupa kepercayaan, atau trust, untuk dapat menjalankan kegiatan usahanya dengan optimal.

Maka dapat dikatakan bahwa hubungan antara nasabah dan bank didasari pada dua unsur yang paling terkait, yakni hukum dan kepercayaan. Kepercayaan masayarakat sebagai konsumen perbankan merupakan modal besar bagi suatu bank untuk menjalankan kegiatan usahanya dengan baik. Hal ini dikarenakan, fungsi bank baru dapat terlaksana dengan seimbang jika partisipasi masyarakat dalam kegiatan perbankan dilakukan dengan aktif.

Peran aktif masyarakat ini sejalan dengan fungsi bank sebagai financial intermediary yaitu sebagai perantara penghimpun dan penyalur dana masyarakat serta memberikan jasa-jasa lainnya dalam lalu lintas pembayaran. Fungsi bank sebagai financial intermediary pada akhirnya akan sulit terlaksana jika kepercayaan masyarakat terhadap bank berkurang, terutama dalam hal menghimpun dana masyarakat. Sebaliknya, jika suatu bank memiliki kepercayaan yang besar dari masyarakat, akan lebih mudah bagi bank tersebut untuk menjalankan fungsinya. Kepercayaan terhadap bank akan mendorong masyarakat untuk menitipkan dananya kepada lembaga perbankan.

Selengkapnya PERBANKAN